Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Ayo mulai

Ā¤Rindu Yang Menggebuā¤

Dapatkah aku berhenti bicaratentangmu? Bahasa tubuhku tidak pernah kehabisan cara, menggambar bayangmu. Pada pekat kabut kugambar garis partitur, barangkali akanterdengar olehmu debarjantungku. Mengingatmu, napasku menerbangkan selembar kertas, sebuah puisi mengapungdi udara, sekalipun tidak menjelma kupu- kupu,siapa tauitu akan sampai padamu. Kau menggambar rindu di bibirku, dan gugurlah semua warna senja di tubuhku.Kau menjelaskan rindu, tanpasatuLanjutkan membaca “Ā¤Rindu Yang Menggebuā¤”

Iklan

“Kisah Cinta”

Oleh ELISABETH IMBIK ” Saat seseorang mencintaimu, mereka tidak harus mengatakannya. Namun kamu akan tau dari cara mereka memperlakukanmu”. ” Dan Tuhan tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hamba-Nya, karena sebuah cinta yang datang itu pasti ada alasannya”. “Ketika fajar datang, senyumanmu memeluk pikiranku, saat siang datang kau bagaikan payung yang selalu membuatku teduh,Lanjutkan membaca ““Kisah Cinta””

“Menghadapi masalah”

Oleh Widia Rindi Antika ”Setiap orang pasti mempunyai ujiannya masing-masing. Kalo cara melaluinya dengan sabar, ibarat tumbuhan yang akan tumbuh mekar seiring berjalannya waktu. Kalo cara melaluinya dengan tidak sabar atau bahkan aral, maka ibarat tumbuhan yang kelamaan akan layu”. ~ Widia Rindi Antika

Jarak dan Waktu

Oleh: Cindy Wahyu Destria Inginku salahkan jarak dan waktuā€¦Yang menjauhkan ragamuYang menenggelamkan bayangmuDan kini ku tertungkap, dalam jeritan rinduYang kembali menyeruak dalam kesunyian Langit seakan menggoreskan tinta hitam legamMenyisakan perih yang hingga kini masih kutelan Walau begitu aku tetap meradangMenuangkan bait-bait pahitnya kehilanganMerangkum namamu dan kisah kita yang pudar.. Jarak dan Waktu kini merenggut kenanganMenciptakanLanjutkan membaca “Jarak dan Waktu”

“Pemuda Lawan Corona”

Oleh : ELISABETH IMBK Ini Indonesia negeri bakNirwana yang indah taktertara sumber daya yangmelimpah ruah di segalasudut Nusantara Ini Indonesia elok rupa bagai surga tapi kini lihat Indonesia akibat pandemi corona berteberan sudah jiwa- jiwa putus asa, jiwa – jiwa yang Nelangsa akan hidup merekaJiwa- jiwa yang gundah gulana Malam sirna tanpa sang purnama saudaraLanjutkan membaca ““Pemuda Lawan Corona””