Hubungan¿

Oleh AzmiAzizah

Semua orang akan jadi orang paling sempurna sejagat raya selama masa pendekatan. Kita jadi punya sejuta alasan kenapa kita harus bersamanya. Setelah hubungan berjalan agak lama dan setelah beberapa hal berubah, kita jadi punya sepuluh juta alasan kenapa kita harus pisah dari dia.

Kita selalu punya pilihan untuk merespon perubahan itu: tetap bertahan, atau pergi. Dua-duanya adalah pilihan yang sah-sah saja, termasuk pilihan “pergi”. Adalah sah kalau kita nggak suka dengan perubahan yang terjadi, misalnya tentang perubahan sikap pasangan. Memang, kalau sayang harusnya bisa menerima apa adanya. Namun di sisi lain, realistis kalau kita memutuskan untuk pergi karena kita merasa nggak bisa hidup selamanya dengan orang yang sikapnya nggak kita sukai.

Tidak ada yang berubah Ketahuilah bahwa mungkin sebenarnya tidak ada yang berubah, ini hanyalah sikap asli dari pasangan yang baru muncul ke permukaan setelah mereka sampai pada titik ternyaman ketika bersama dengan kita. Saking nyamannya, mereka nggak ragu buat menunjukkan siapa mereka yang sebenarnya (which is, seharusnya sisi inilah yang muncul pas pendekatan, tapi kebanyakan orang nggak bisa tunjukin karena takut dibenci).

Mereka begitu karena mereka (terlalu) percaya (diri menganggap) bahwa kita akan menerima mereka, Kita bisa pergi kalau kita nggak suka, tapi kita akan selalu menemukan kekurangan yang nggak kita suka dari pasangan kita yang selanjut-lanjut-lanjut-lanjut-lanjut-lanjutnya dan sampai kapan kita akan terus pergi? Sesempurna apakah kita hingga bisa begitu angkuh mencari kesempurnaan dalam diri tiap pasangan kita?
Mereka yang berhasil membangun hubungan yang kuat selama bertahun-tahun sesungguhnya bukanlah mereka yang hanya sekadar saling menyayangi, tapi mereka yang mau bersama-sama memupuk komitmen yang telah mereka buat.


Cara paling gampang untuk mengukur rasa sayang dari pasangan adalah dari effort alias usaha yang rela dia kerahkan untuk memperjuangkan hubungannya dengan kita, baik lahir maupun batin. Effort bagaikan kaki dari sebuah hubungan. Kalau cuma dari satu pihak, hubungan itu akan pincang. Nggak akan bisa jalan, Komitmen membuat segala effort jadi lebih mudah untuk dilakukan karena pada dasarnya kita mau melakukan apapun yang mungkin bisa dilakukan untuk mempertahankan hubungan yang sudah dijalin. Kita mau memperbaiki apa yang salah. Kita mau melakukan sesuatu agar hubungan ini jadi terasa lebih baik bagi “saya dan dia”.
Dan ketika kita mau, kita mampu.
Harga sebuah hubungan terletak antara saling menghargai ,menerima kekurangan nya ,melengkapi kekurangan nya dan ttp meng istiqomah kan kelebihan nya ,,

Nggak akan pernah ada hubungan yang sempurna, tapi nggak muluk buat mengharap hubungan yang bahagia. Nggak ada yang bilang kalau itu bakalan mudah, karena:
Ada harga yang harus dibayar untuk bisa punya hubungan yang panjang dan bahagia.
Banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Banyak kesabaran yang harus dikerahkan. Banyak pengertian yang harus terus dipupuk. Dan kesemuanya itu harus dilakukan berdua. Bersama-sama.
Bangun hubungan itu ga segampang membolak balikan telapak tangan yah☺️. Karena membagun hubungan itu, menyatukan dua insan yg berbeda menjadi satu.
Hayoo ga kebayang kan? Komitmen adalah tentang bagaimana cara mengendalikan sebuah bakiak tujuhbelasan bernama hubungan, dan kasih sayang adalah tali yang mengikat kaki-kaki pemilik bakiak itu agar tetap melekat. Satu jatuh, semua jatuh. Bakiak itu hanya akan mencapai garis akhir hanya jika dua pasang kaki pemiliknya bergerak seiring sejalan dengan ritme yang diatur bersamaan,Nggak semua orang bisa sampai di garis akhir. Sebagian menyerah sebelum garis akhir, sementara sebagian kecil yang lain menyentuh garis akhir dengan penuh lecet dan memar di sana-sini.
Pilihan terakhir
,Seperti yang diungkit di awal, kita selalu punya dua pilihan: bertahan atau pergi. Tidak ada pilihan yang salah ataupun benar karena mengambil sebuah keputusan untuk sebuah hubungan –terlebih untuk hubungan yang memang sudah sangat serius– pasti sudah melalui pertimbangan yang matang.

Ketika bicara soal komitmen, sebenarnya “pergi” menjadi pilihan yang paling terakhir. Paling-akhir-sekali. Esensi dari komitmen adalah mempertahankan hubungan dengan penuh kemauan untuk memperbaiki. Kita tidak bisa memperbaiki apapun ketika kita memutuskan untuk langsung pergi tanpa mencoba segala solusi yang masih bisa ditempuh, hanya karena kita nggak mau repot dan mau gampangnya aja, ‘kan?
Bertahan sulit, pergi tak mau
Nahh ini nih, kebanyakan kita itu sulit menentukan pilihan
Bertahan aja takut merasakan luka lagi.
Sedangkan pergi? Kita tidak mau, karena rasa sayang dan cinta kita terhadap pasangan terlalu besar ,Bertahan aja takut merasakan luka lagi.

Iya, komitmen adalah sesuatu yang sulit dibangun tanpa luka, sakit, jatuh, dan gagal. Mereka yang berhasil sampai di garis akhir hanya mereka yang berani sembuh bersama setelah luka, bangun bersama setelah jatuh, dan mencoba untuk bersama-sama menjadi lebih baik setelah gagal. Kebahagiaan itu akan datang sendiri seiring dengan banyaknya hal sulit yang mereka usahakan bersama demi mempertahankan komitmen yang sudah mereka bangun.


Kalau kita belum sanggup membayar harga dari sebuah hubungan yang bahagia, kita belum pantas pergi sambil mengeluh tentang betapa nggak membahagiakannya hubungan kita.
Jadi, gimana, sudah mantap mau pergi? Apa mau bertahan dengan orang yang salah 🤷🏻‍♀️,bukan kah cinta memang tak harus memiliki , mungkin aku memang tidak bisa untuk memilikimu dlm kehidupan nyata, tpi aku seratus persen yakin akan takdir dan qadarullah bahwa suatu saat nnti kita akan di pertemukan dan d persatukan oleh Nya ,tinggal kalian nih mau ngambil jalan yang mana? Aku sih memilih pergi ya krna apa ? Krna apa Allah pasti bakal gantiin yg lebih baik baik dan lebih baik dari seseorang itu ☺️,percayalah jika kmu meminta kpd Allah jangan tergesa gesa untuk segera di kabulkan ,krn Apa? Ya krna Allah pengen hambanya lebih giat dl berdoa lebih khusyuk untuk meminta😇Percaya dengan Qadarullah ,akan ada hadiah terindah untukmua jika memang sudah waktunya😌,tugas kita memperbaiki diri dan bersabar atas semua qadarullah nya🤍

AzmiAzizah🌹

Diterbitkan oleh Nkkurnia

Perintis Penggiat Literasi Duta Baca STIKes Kuningan Duta baca Kab.Kuningan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: